Wasekjen PKS, Refrizal menjelaskan, jika kontestasi dalam pilpres akan berlangsung sangat berat.
“Hakikat persaingan memang selalu berat. Untuk mencari tokoh islam, saya
mengusulkan koalisinya diperlebar dengan mengikut sertakan ormas-ormas
Islam, serta kekuatan sipil lainnya. Kita berusaha dengan potensi yang
ada pada PKS, terutama potensi Kader PKS,” ujar Refrizal dalam pesan
singkat yang diterima KABARLAIN, Jakarta, Jum’at (13/9).
Lebih jauh, anggota Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, jika koalisi akbar
tersebut dimaksudkan untuk membangun poros kekuatan baru. Ia menilai,
kontestasi politik akan sangat kuat dalam pemilu tahun depan. Pasalnya,
partai-partai berhaluan nasionalis telah terlebih dahulu mendeklarasikan
calon presiden nya masing-masing.
Karena itu, pilihan paling logis dan tepat adalah dengan menggandeng
kekuatan politik lain, semisal organisasi masyarakat, baik yang bercorak
keagamaan, maupun berhaluan sosial – politik.
Atas dasar itulah kenapa sampai saat ini, partai yang dikomandoi oleh
Anis Matta belum mau membicarakan atau cepat-cepat untuk mendeklarasikan
siapa calon presidennya (capres).
“Soal tokoh, perlu dibicarakan dengan mengikut sertakan ormas Islam. PKS
sekarang ini belum membicarakan calon Presiden. Untuk orang No. 1 atau
Presiden, PKS harus berhati hati untuk menentukan pilihan karena sangat
menentukan nasib bangsa ini, minimal 5 tahun kedepan,” pungkas Refrijal.
*sumber: KABARLAIN